Upacara bendera di SMA Al-Kholiliyah (yang umumnya berada di bawah naungan Pondok Pesantren Al-Kholiliyah) bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan perpaduan antara kedisiplinan nasionalisme dan nilai-nilai religius.
Berikut adalah gambaran umum deskripsi upacara bendera di sana:
1. Suasana dan Waktu Pelaksanaan
Upacara dilaksanakan setiap Senin pagi, dimulai sekitar pukul 07.00 WIB. Karena sekolah ini berbasis pesantren/yayasan Islam, suasana yang terbangun sangat tertib. Para siswa biasanya mengenakan seragam OSIS lengkap dengan atributnya, sementara para santri tetap menunjukkan kerapian khas sekolah tersebut.
2. Kekhasan Nilai Karakter
Selain tata upacara standar (berdasarkan Permendikbud), terdapat beberapa unsur tambahan yang menjadi ciri khas:
- Pembacaan Asmaul Husna: Seringkali sebelum atau setelah upacara, seluruh siswa melantunkan Asmaul Husna atau doa bersama untuk memulai hari dengan keberkahan.
- Amanat Pembina Upacara: Pesan yang disampaikan oleh guru atau kepala sekolah biasanya tidak hanya soal disiplin belajar, tapi juga pentingnya adab (etika) serta integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum.
3. Petugas Upacara
Petugas upacara biasanya digilir antar kelas atau dijalankan oleh anggota OSIS. Hal ini bertujuan untuk:
- Melatih mental kepemimpinan.
- Membangun rasa percaya diri di depan umum.
- Menanamkan jiwa korsa (kerjasama tim) saat mengibarkan Sang Merah Putih.
4. Agenda Umum Upacara
- Pengibaran Bendera: Diiringi lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan dengan khidmat.
- Mengheningkan Cipta: Untuk mengenang jasa pahlawan, termasuk para ulama yang ikut berjuang demi kemerdekaan.
- Pembacaan Teks: Pancasila (diikuti seluruh peserta), Pembukaan UUD 1945, dan Janji Siswa.
- Amanat: Arahan dari pimpinan sekolah.